Wednesday, November 11, 2020

Beli buku filosofi teras

 Ingin bercerita sedikit. Waktu itu saya pergi ke Gramedia di Pekanbaru. Saya pikir saya harus membeli buku. Saya lihat-lihat buku best-seller yang ada disana, trus ketemu sama buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat yang sangat populer ( temen saya banyak yang baca; bilangnya bagus) dan buku Filosofi Teras itu. Jujur, saya sebenarnya jarang sekali beli buku seperti itu. Bukan jarang, memang belum pernah hingga saat saya pertama kali membeli buku non-fiksi tersebut. Biasanya saya beli buku pelajaran sekolah ataupun buku bergambar.

Saya ingin membeli beberapa buku, tetapi karena kali ini kami sekeluarga sudah menghabiskan banyak uang di Pekanbaru dan yang akan membayar adalah papa, saya berpikir untuk beli satu saja. Lagipula saya tidak yakin akan menyelesaikan banyak buku. Rencana saya, saya akan beli buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, tetapi karena  Papa saya ga suka liat judulnya, jadi saya ganti ke Buku Filosofi Teras yang saya tidak tahu sama sekali isinya. 

Saya bukan anak yang hobi lagi buat membaca buku. Nonton video di Youtube jauh lebih enak. Jadi, walaupun saya beli buku itu, butuh waktu 6 bulan kemudian baru saya  serius membacanya. Singkat cerita, akhirnya saya mulai baca bukunya, dan wow. Ilmu filsafat yang biasanya kelihatan rumit, ternyata di buku ini stoisisme disajikan dengan sangat sederhana dan bisa jadi refleksi buat kehidupan saya.

Saya dulunya adalah orang yang suka sekali mengeluh. Entahlah, sebenarnya itu teman saya yang bilang. Namun akhirnya saya mencoba melihat ke belakang, dan ternyata benar, saya suka bersungut-sungut dan menyalahkan keadaan yang ada. Akhirnya saya semakin sadar dan mulai melihat kembali diri saya sembari membaca buku Filosofi Teras.

Dikotomi Kendali > Trikotomi Kendali yang tertulis dalam bukunya menjadi bagian yang selalu terngiang-ngiang. Bahkan, saat pertama kali saya berniat menulis blog ini tahun lalu (saya sebenarnya belum paham dunia perbloggingan hingga saat ini), saya menulis blog dengan nama dikotonomi kendali. Saya juga tidak tahu cara mengganti nama blognya bagaimana Jadi ya sudahlah, tak apa. Nah, karena nama blog ini dikotomi kendali, saya berinisiatif untuk membahas dikotomi kendali dalam blog ini. Saya menulis blog ini untuk belajar blogging pertama kali saja hehehe.


No comments:

Post a Comment

Beli buku filosofi teras

 Ingin bercerita sedikit. Waktu itu saya pergi ke Gramedia di Pekanbaru. Saya pikir saya harus membeli buku. Saya lihat-lihat buku best-sell...